Rabu, 13 November 2013

MENURUNNYA TINGKAT PRODUKTIVITAS DALAM NEGERI ( INDUKTIF )



Perekonomian Indonesia pada saat ini dihadapkan dengan sistem perdagangan bebas. Padahal Indonesia belum siap menghadapi perdagangan bebas, sebab nilai-nilai dasar seperti kejujuran, disiplin, visioner, kerjasama, tanggung jawab, peduli dan adil, belum menjadi landasan para pelaku industri atau ekonomi. Jadi rakyat, para pelaku industri dan ekonomi di Indonesia tidak siap untuk menerima perdagangan bebas.

Perdagangan bebas berpengaruh pada produk lokal yang harus menghadapi serbuan produk negara lain yang mungkin lebih berkualitas dan murah. Di samping itu, masih sulitnya pemerintah Indonesia untuk mempercayai pribumi dalam hal memberikan kemudahan pinjaman modal usaha walau hanya setingkat UKM. Para pelaku perdagangan bebas tidak akan dapat mengerti atau bahkan tidak mengerti bahwasanya satu negeri atau kelompok masyarakat dapat seketika bertumbuh menjadi kaya dengan merugikan negeri atau kelompok lain, satu kelas dapat merugikan kelas yang lainnya. Karena dalam perdagangan bebas tidak berlaku lagi kebijakan proteksionis yang bersifat konservatif, sedangkan sistem perdagangan bebas adalah destruktif. Sehingga akan mampu membongkar bangunan kebijakan pro rakyat dan negara, pro buruh, sehingga dengan keadaan itu tergiringlah antagonisme kaum miskin.

            Infrastruktur ditanah air yang belum mendukung untuk menghadapi perdagangan bebas dan kualitas sumber daya manusia yang masih rendah menjadi pemicu menurunnya tingkat produktivitas dalam negeri. Kurangnya tingkat kejujuran, kerjasama, peduli dan adil yang menjadi landasan para pelaku ekonomi di Indonesi juga menjadi kendala dalam perdagagangan bebas di Indonesia. Ketidak percayaan pemerintah dalam memberikan kemudahan pinjaman kepada para pelaku usaha kecil di Indonesia juga merupakan salah satu factor penyebab turunnya produktivitas masyaraka Indonesia. Sedikitnya mental generasi muda yang ingin menjadi pengusaha dan lebih memilih hanya menjadi budak yang disebabkan kurikulum pendidikan yang telah ditanamkan pada masyarakat Indonesia sejak kecil yang pada akhirnya pengenalan dunia usaha tidak tertanam sejak dini. Itu semua merupakan factor yang mempengaruhi menurunnya tingkat produktivitas dalam negeri.

            Banyaknya pesaing dari luar yang menawarkan berbagai macam produk yang tidak kalah bagus dengan produk dalam negeri, serta dengan harga yang lebih murah menjadikan masyarakat Indonesia lebih senang memilih produk luar negeri. Selain karena gengsi, factor kualitas juga mempengaruhi minat masyarakat untuk memilih produk luar negeri dibandingkan produk dalam negeri. Dengan hal tersebut, maka produk produk dalam negeri yang dihasilkan akan kalah bersaing dengan produk luar negeri. Menurunnya daya minat masyarakat terhadap produk local juga akan berdampak pada menurunnya produktivitas dalam negeri. Dimana para pengusaha local akan berhenti berproduksi dikarenakan barang yang mereka hasilkan kalah bersaing dengan produk luar negeri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar