Sejarah Zimbabwe
Dahulu,
Zimbabwe dikenal sebagai Rhodesia Selatan. Nama ini kemudian berubah menjadi
Rhodesia diikuti oleh Zimbabwe Rhodesia. Sekarang, negara ini dikenal sebagai
Republik Zimbabwe. Negara Arab dan Portugal adalah beberapa mitra dagang
Zimbabwe sejak zaman dahulu. Zimbabwe dieksplorasi oleh penjelajah David
Livingstone. Dahulu, Zimbabwe termasuk dalam koloni kerajaan Inggris dengan
nama Rhodesia Selatan yang dikelola oleh British South Africa Company.
Negara ini memperoleh kemerdekaan pada tanggal 18 April 1980 dengan
Robert Mugabe sebagai presiden pertama. Awalnya, Zimbabwe memiliki pemerintahan
semi-presidensial. Pada tahun 1987, Mugabe merevisi konstitusi sehingga
menghapuskan pos perdana menteri dan membuat sistem pemerintahan berubah
menjadi presidensial. Dalam keberjalanannya, timbul berbagai pemberontakan
terhadap kekuasaan pemerintah akibat kecurigaan terjadi kecurangan dalam
pemilu.
Zimbabwe dikenal sebagai negara kuno
yang kaya akan gading dan emas. Bahkan sampai saat ini, Zimbabwe diberkati
dengan kelimpahan berbagai bahan tambang seperti emas, tembaga, bijih besi,
nikel, platinum, lithium, batubara, kromium, dan asbes. Negara ini mempunyai
iklim tropis dan mengalami hujan lebih dari lima bulan setiap tahun.
Memanfaatkan tanah yang subur dan kaya akan bahan tambang, masyarakat di
Zimbabwe mayoritas bekerja di sektor pertanian dan pertambangan. Zimbabwe
adalah sebuah negara tanpa lautan, dikelilingi oleh Afrika
Selatan di selatan, Botswana dibarat, Zambia di barat daya,
dan Mozambique di timur dan timur laut. Inyangani adalah gunung
tertinggi di Zimbabwe dengan ketinggian 2.592 meter. Perbatasan barat-laut
ditandai oleh Sungai Zambezi. Air terjun Victoria adalah tujuan turis
populer di Zambezi. Di selatan, Zimbabwe dipisahkan dengan Afrika Selatan oleh Sungai
Limpopo. Zimbabwe juga berbatasan dengan Namibia di barat melalui
sebuah jalur sempit.
Perekonomian Zimbabwe
terus mengalami kemorosotan dari negara ini berdiri sampai saat ini. Laju
Inflasi di Zimbabwe rata-rata 53.081,99 persen dari tahun 1999 sampai dengan
tahun 2015 dan mencapai inflasi dengan level tertinggi sepanjang masa yaitu
2.660.522,20 persen (2,6 juta persen) pada bulan Juli 2008. Tingkat inflasi di
Zimbabwe sekarang tercatat -1,28 persen pada Januari 2015. Akibat inflasi yang tinggi tersebut, bank
sentral Zimbabwe sudah mengeluarkan 4 versi mata uang sampai sekarang. Terakhir
kali bank sentral Zimbabwe mengeluarkan pecahan $ 100,000,000,000,000 (100
triliun dolar) yang menjadi uang dengan nominal terbesar didunia yang kemudian
digantikan dengan dolar versi ke-4 dimana setiap $ 100,000,000,000,000 (100
triliun dolar) uang lama digantikan menjadi $1 uang baru. Dengan ekonomi yang
terus memburuk sekarang bank sentral Zimbabwe memutuskan untuk membolehkan
rakyatnya menggunakan mata uang dolar Amerika sebagai mata uang mereka untuk
menstabilkan kembali ekonomi Zimbabwe.
Golongan
Inflasi
Inflasi Negara Republik Zimbabwe sudah mencapai pada titik Hyper-Inflation. Krisis
keuangan di Zimbabwe beberapa tahun lalu telah membuat mata uang lokal akhirnya
dihapus. Bank sentral Zimbabwe saat ini sudah menyediakan US$20 miliar untuk
ditukar dengan mata uang lokal. Inflasi besar-besaran Zimbabwe pada tahun 2009
telah membuat kondisi ekonomi negara di benua Afrika tersebut hancur.
Dikonfirmasi bank sentral Zimbabwe, awal tahun 2015 ini, US$1 nilainya
setara dengan 35 kuadriliun dolar Zimbabwe. Jika ditulis dengan angka lengkap
adalah maka US$1 sama dengan 35.000.000.000.000.000 Dollar Zimbabwe. Sedangkan
untuk mata uang Zimbabwe kuno, memerlukan 250.000 triliun untuk mendapatkan
US$1. Saat terjadi inflasi parah, Bank Sentral Zimbabwe pernah mencetak uang
kertas pecahan 100 triliun. Uniknya, uang sebanyak itu tidak akan cukup untuk
membayar ongkos bus selama satu minggu.
Kebijakan
dalam mengatasi inflasi
Jika
Indonesia baru mempelajari rencana untuk melakukan redenominasi mata uang,
Zimbabwe sudah melaksanakannya mulai 1 Agustus 2010. Tak tanggung-tanggung,
Bank Sentral Zimbabwe meredenominasi dengan mengubah uang 10 miliar dolar
Zimbabwe menjadi 1 dolar Zimbabwe atau menghilangkan 10 angka nol.
Gubernur Bank Sentral
Zimbabwe Gideon Gono mengatakan kebijakan redenominasi
ini dilakukan untuk membantu masyarakat keluar dari hiper inflasi yang terjadi
di negara tersebut.
"Dolar Zimbabwe diredenominasi menjadi 1 sampai 10 dolar, yang artinya menghilangkan 10 angka nol dalam nilai nominal uang. Jadi uang 10 miliar dolar Zimbabwe diubah menjadi 1 dolar Zimbabwe mulai 1 Agustus 2010," tutur Gideon seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/8/2010). Sebenarnya, kalau kita cermati, Negara Zimbabwe ini tidak mengalami kemiskinan mutlak, tetapi lebih tepat kita sebut kesenjangan sosial. Ini bisa dilihat dari kondisi ekonomi presidan Zimbabwe, Robert Mugabe yang memiliki istana yang sangat mewah di tengah tengah kemiskinan rakyatnya. Bahwa kehidupan di masyarakat kadangkala tergambar seperti apa yang terjadi dalam kehidupan di laut atau samudera. Kehidupan di laut selalu terdapat ikan-ikan besar yang selalu memangsa ikan-ikan kecil. Ikan-ikan kecil itu tidak bisa mendapatkan makanan, bukan karena tidak mau atau bisa mencarinya, melainkan oleh karena ketakutan dengan ikan besar bahkan menjadi mangsanya. Sebagai pilihan aman, mereka hanya mencari di wilayah-wilayah yang tidak mungkin didatangi oleh ikan besar, sekalipun.
"Dolar Zimbabwe diredenominasi menjadi 1 sampai 10 dolar, yang artinya menghilangkan 10 angka nol dalam nilai nominal uang. Jadi uang 10 miliar dolar Zimbabwe diubah menjadi 1 dolar Zimbabwe mulai 1 Agustus 2010," tutur Gideon seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/8/2010). Sebenarnya, kalau kita cermati, Negara Zimbabwe ini tidak mengalami kemiskinan mutlak, tetapi lebih tepat kita sebut kesenjangan sosial. Ini bisa dilihat dari kondisi ekonomi presidan Zimbabwe, Robert Mugabe yang memiliki istana yang sangat mewah di tengah tengah kemiskinan rakyatnya. Bahwa kehidupan di masyarakat kadangkala tergambar seperti apa yang terjadi dalam kehidupan di laut atau samudera. Kehidupan di laut selalu terdapat ikan-ikan besar yang selalu memangsa ikan-ikan kecil. Ikan-ikan kecil itu tidak bisa mendapatkan makanan, bukan karena tidak mau atau bisa mencarinya, melainkan oleh karena ketakutan dengan ikan besar bahkan menjadi mangsanya. Sebagai pilihan aman, mereka hanya mencari di wilayah-wilayah yang tidak mungkin didatangi oleh ikan besar, sekalipun.
Tempat
itu sudah terlanjur gersang, atau bahkan tidak tersedia makanan.Kelompok
ikan-ikan kecil tidak mendapatkan makanan, bukan disebabkan mereka tidak bisa
mencarinya, melainkan karena kalah bersaing,
dan bahkan justru dimangsa oleh ikan besar itu sendiri. Gambaran seperti itu
juga terjadi dalam kehidupan manusia dan masyarakat terbuka seperti sekarang
ini. Orang-orang miskin sebenarnya telah kalah dari berbagai persaingan dengan
orang-orang yang kaya akses itu. Mungkin permasalahan-permasalahan ekonomi
dan kesenjangan social di Zimbabwe ini dapat diatasi dengan pelengseran
penguasa saat ini, dan menggantinya dengan sosok yang bias mengatasi hal ini,
walaupun itu juga berisiko pemimpin selanjutnya juga terpengaruh dengan sikap Robert
Mugabe. Upaya lain yang harus dilakukan adalah campur tangan PBB untuk turun
tangan dalam mengatasi kemiskinan tersebut.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar